Categories
Artikel PKBM

Ditjen PAUD Dikdasmen Lantik Pengurus DPP FK-PKBM Indonesia Masa Bakti 2021-2026

BEDIL, Jakarta — Musyawarah Nasional (Munas) ke-V Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Indonesia

(community Learning Centre Communication Forum Of Indonesia) telah selesai digelar di Jakarta pada 10-12 Desember 2021. Dari hasil Munas tersebut terpilih Ir. Tuppu Bulu Alam, M.M sebagai ketua kepengurusan baru periode 2021-2026.

Hari ini rabu (12/01), tepat satu bulan terpilihnya Ketua baru, Pengurus mengadakan acara pelantikan serta pengukuhan DPP PKBM se-Indonesia masa bakti 2021-2026. Dengan tema Bersama Mencerdaskan Bangsa PKBM yang Bermartabat dan Mandiri di Gedung Aula, Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan DKI Jakarta, jl. Gatot Subroto Jakarta.

Turut hadir Dr Djumeri, S.tp., Msi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD dan Dikdasmen) Kementeri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Dirinya hadir dalam rangka melantik pengurus DPP PKBM sekaligus memberikan pandangan Pemerintah terkait program – program yang akan di jalankan PKBM sebagai mitra Pemerintah. Dalam sambutannya Djumeri menyampaikan bahwa Pemerintah mendukung PKBM dalam mencerdaskan anak Bangsa, karena masih banyak anak-anak yang memiliki keterbatasan dalam meraih pendidikan.

“Ruang lingkup kerja yang di rencanakan cukup luas dan pengurusnya banyak, dari tingkat provinsi maupun Kabupaten Kota, saya berbahagia PKBM adalah partner Kemnristek, untuk melayani anak-anak kita yang memiliki keterbatasan, yang tidak dapat menjangkau pendidikan formal.”ujarnya.

PKBM bernaung di bawah direktorat PMPK direkturnya pak Samto, kita memeliki 3 sasaran pokok, yang pertama akses pendidikan yang tinggi, mutu hasil belajar yang tinggi, dan akses pendidikan yang merata, PKBM bisa berimprovisasi punya keleluasan, bisa berinovasi, dan bisa fokus terhadap potensi anak. Ini lah keunggulan PKBM untuk menjawab anak saya bisa apa, mari kita didik anak-anak kita, keberhasilan anak manusia tidak hanya dari jenjang pendidikan formal saja, Kita antar anak-anak kita kepada kehidudupan yang lebih baik, dan lebih baik itu terjadi, hanya jika pendidikannya baik.”ungkapnya.

Lebih lanjut Djeremi menjelaskan Peran penting PKBM Selama pandemi covid 19, karena ada penurunan hasil belajar, anak-anak yang dirumahkan dengan sistem belajar daring mereka ada yang sudah bekerja bahkan menikah, sehingga ketika pembelajaran tatap muka (PTM) di berlakukam kembali, banyak anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikannya.

Baca juga  Kelahiran PKBM di Indonesia

“Selain anak-anak Kita mengalami penurunan hasil belajar literasi numerasi nya psikososial nya masih di rumah. Pernikahan Dini, kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan psikologis juga, karena mungkin terjadi penurunan kemampuan ekonomi orang tua maka banyak anak-anak kita yang putus sekolah boleh jadi selama pandemi covid 19 sebagian anak-anak kita bekerja entah mencari kerja ke luar negeri, ikut nyari ikan di laut, menjadi tenaga kerja di perkebunan kemudian ketika dipanggil kembali ke sekolah untuk PTM mereka tidak kembali karena sudah menikmati penghasilan dari pekerjaannya dan mungkin akan Sayang kalau dilepaskan sehingga untuk anak-anak ini terpaksa tidak bisa menempuh jenjang selanjutnya.”jelasnya.

“dengan demikian tentu nanti PKBM akan lebih banyak peserta didiknya, di PAUD dananya kelebihan sedangkan di PKBM kekurangan uang untuk bantuan operasional pendidikan (BOP), sedangkan uang dari PAUD tidak bisa dipindahkan ke PKBM, karena kesetaraan nggak bisa, kamarnya berbeda-beda ruang geraknya berbeda-beda kebalikannya mau masukkan ke kementerian keuangan Dirjen anggaran ini Keppres baru saja ditandatangani.”jelasnya.

Ditempat yang sama Ketua Umum terpilih DPP FK-PKBM Ir. Tuppu Bulu Alam, M.M, mengatakan dirinya siap menjalankan tugas serta memberikan pelayanan agar tercipta pendidikan yang Jaya.

Kami yang diberikan amanah oleh musyawarah ke 5 DPP PKBM yang baru satu bulan yang lalu, di Jakarta, yang menghasilkan amanah kepada kami untuk menjadi pelayan, Insya Allah kami siap menjadi pelayan PKBM, senantiasa menjalani tugas dalam rangka mewujudkan cita-cita pendidikan yang jaya di Indonesia.”Tegasnya.

Tuppu mengatakan FK-PKBM merupakan lembaga pendamping bagi PKBM di seluruh Indonesia, hadirnya guna meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat yang tidak tersentuh pendidikan formal.

“Konsep kita adalah adalah pendamping PKBM-PKBM yang ada di republik ini dalam menjaga mutu lembaga, dimana menjalani pelayanan terhadap masyarakat marjinal, atau masyarakat yang belum terlayani pendidikan formalnya, terkait dengan knowlage dan profesionalnya.”ujarnya.

Baca juga  Prosedur Operasional Standar Penyelenggaran Ujian Pendidikan Kesetaraan

“Program kita terkait dengan peserta didik yang belum tersentuh atau belum terlayani oleh fasilitas pemerintah, terkait anggaran usia di atas 21 tahun itu kita programkan bagaimana pemerintah kita ini atau pemangku kebijakan Rebuplik ini agar Negara kita hadir disana, untuk melayani masyarakatnya yaitu masyarakat yang terdidik, yang terinput dalam dasar pokok pemerintah.”katanya.

Tuppu berharap pemerintah dapat mendukung dan memfasilitasi lembaga PKBM terkait fasilitas peralatan atau kesejahteraan operator di PKBM.

“Harapan kita juga agar lembaga kita, Pemerintah bisa memfasilitasi kelengkapan peralatan-peralatan IT pada lembaga-lembaga PKBM yang ada di Indonesia. Tenaga operator kita selama ini, belum ada kejelasan terkait fasilitas kesejarteran kepada tenaga operator kita, mudah-mudahan nanti hadir juga pemerintah untuk memfasilitasi kesejahteraan operator kita.”imbubnya.

Terakhir Tuppu mengatakan akan memperjuangkan tenaga didik yang di bawah FK-PKBM agar setara atau sejajar dengan tenaga didik formal, dirinya akan mengawal revisi Undang-Undang Dosen dan Guru pada tahun 2022 mendatang, menurutnya revisi itu perlu agar program transformasi pendidikan terpenuhi.

“Perjuangan kita juga terkait tenaga pendidik, yang di istilahkan juga dengan tutor, bisa di sejajajakan, semoga diberi kesempatan dalam mengawal revisi UU guru dan dosen agar bisa tenaga pendidik kita ini betul-betul sejajajar atau disetarakan dengan tenaga pendidik yang ada di Formal atau guru.”tutupnya.(Drs)

Sumber:

https://beritakeadilan.com/ditjen-paud-dikdasmen-lantik-pengurus-dpp-fk-pkbm-indinesia-masa-bakti-2021-2026/2022/01/12/nasional/1285/