Categories
Artikel

Berapa Lama Pendidikan Kesetaraan?

Apakah Kejar Paket C Bisa 1 tahun?

Kejar paket C dilakukan dalam setahun 1 kali, proses ujian kejar paket sama dengan sekolah formal, baik pada jenjang SD, SMP dan SMA, dalam proses 3 tahun. terkahir tidak ada gelombang 2 pada pelaksanaan ujian kejar paket, sehingga berlakulah kebijakan ujian kejar paket diadakan setahun sekali.

Kejar Paket C maksimal umur berapa?

Tidak ada batasan umur tertentu dan siapa aja bisa mengikuti sekolah Paket C. Dari yang tidak pernah sekolah, yang putus sekolah, yang tidak lulus UN, yang tidak mengikuti pendidikan formal (homeschooling), sampe mereka yang sudah di usia kerja tapi belum mempunyai ijazah, semua boleh mengikuti sekolah Paket C.

Berapa Lama Tempuh Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan?

Masih ada pertanyaan baik dari masyarakat, bahkan pengelola pendidikan kesetaraan “Berapa tahun program Paket C diselesaikan?” Ada yang menduga program pendidikan kesetaraan bisa dipadatkan sehingga bisa diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, bahkan jika perlu langsung ikut ujian nasional.

Penjenjangan pendidikan kesetaraan tidak menggunakan kelas, tetapi menggunakan tingkatan atau derajat kompetensi. Adapun tingkatan dan derajat kompetensi pendidikan kesetaraan diatur sebagai berikut:

Program Paket A setara SD terdiri dari dua tingkatan, yaitu Tingkatan 1 setara Kelas I-III/derajat kompetensi Awal dan Tingkatan 2 setara Kelas IV-VI/derajat kompetensi Dasar.
Program Paket B setara SMP terdiri dari dua tingkatan, yaitu Tingkatan 3 setara Kelas VII-VIII/derajat kompetensi Terampil 1 dan Tingkatan 4 setara Kelas IX/derajat kompetensi Terampil 2.
Program Paket C setara SMA terdiri dari dua tingkatan, yaitu Tingkatan 5 setara Kelas X/derajat kompetensi Mahir 1 dan Tingkatan 5 setara Kelas XI-XII/derajat kompetensi Mahir 2.
Berdasarkan Permendiknas Nomor 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Program Paket A, PB dan Paket C, dinyatakan bahwa Program Paket A Tingkatan 1/Awal (Setara Kelas I-III) mempunyai beban 102 SKK dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. Artinya dapat disimpulkan bahwa lama pembelajaran pada Tingkatan 1 adalah 6 semester, yaitu 102 SKK dibagi 17 SKK sama dengan 6 (enam) semester atau tiga tahun. Program Paket A Tingkatan 2/Dasar (Setara Kelas IV-VI) mempunyai beban 102 SKK dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. Lama pembelajaran pada Tingkatan 2 adalah enam semester (3 tahun).

Baca juga  ADA YANG BARU PADA CAPAIAN PEMBELAJARAN DI KURIKULUM MERDEKA, APA ITU?

Dengan demikian Program Paket A setara SD secara keseluruhan ditempuh selama 6 tahun.
Jika peserta didik berasal dari lulusan pendidikan keaksaraan fungsional (SUKMA II) langsung menempuh Tingkatan 2 derajat kompetensi Dasar dengan lama belajar 3 tahun.

Program Paket B Tingkatan 3/Terampil 1 (Setara Kelas VII – VIII) mempunyai beban 68 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. Artinya dapat disimpulkan bahwa lama pembelajaran pada Tingkatan 3 adalah 4 semester, yaitu dari 68 SKK dibagi 17 SKK sama dengan 4 (empat). Sedangkan Paket B Tingkatan 4/Terampil 2 (Setara Kelas IX) mempunyai beban 34 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. Artinya lama pembelajaran pada Tingkatan 4 adalah dua semester.

Di sinilah menjawab pertanyaan berapa lama pembelajaran Paket B dilaksanakan, yaitu enam semester atau tiga tahun. Bukan dua tahun karena hanya terdiri dari dua tingkatan.

Program Paket C (IPA/IPS) Tingkatan 5/Mahir 1 (Setara Kelas X) mempunyai beban 40 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 20 SKK per semester. Lama pembelajaran pada Tingkatan 5 adalah 2 semester, yaitu dari 40 SKK dibagi 20 SKK sama dengan 2 (empat). Program Paket C (IPA/IPS) Tingkatan 6/Mahir 2 (Setara Kelas XI-XII) mempunyai beban 82 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 21 SKK per semester. Disimpulkan lama pembelajaran pada Tingkatan 6 adalah empat semester, pembulatan dari pembagian 82 dibagi 21. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Paket C diselesaikan dalam jangka waktu enam semester atau tiga tahun.

Kondisi di atas diasumsikan secara normal, dalam arti dimulai dari awal. Berbeda halnya jika peserta didik putus sekolah yang memiliki dokumen rapor terakhir, tidak harus memulai dari awal tetapi cukup meneruskan semester berikutnya.

Baca juga  PKBM TBM PAUD

Sejatinya pendidikan kesetaraan menganut pola tes penempatan. Tes penempatan ini berbasis pada rekognisi pengalaman masa lampau untuk memberi penghargaan kepada orang dewasa yang sudah lama lulus dari suatu jenjang pendidikan. Misalnya seseorang (dewasa) lulus SMP sudah dua puluh tahun yang lampau, saat ini ingin menempuh Paket C. Yang bersangkutan bisa mengikuti tes penempatan, dan boleh jadi akan langsung ditempatkan pada Tingkatan 6 setara kelas XI atau Tingkatan 6 Setara Kelas XII, tidak harus memulai dari awal. Sudah barang tentu bergantung pada hasil tes penempatan.

Prinsipnya tidak ada percepatan (akselerasi) pada pembelajaran pendidikan kesetaraan.
Namun demikian beban belajar menggunakan satuan kredit kompetensi memungkinkan peserta didik menyelesaikan pembelajaran berbasis SKK dengan menggunakan modul. Kecepatan penempuhan SKK bisa saja berbeda antar peserta didik, dan bahkan dapat melampaui lama tempuh normal. Hal ini bisa saja, namun perlu dipersiapkan betul modul yang disusun berdasarkan silabus yang berbasis SKK.

Saat ini silabus dan modul pelajaran dikembangkan sehingga dapat digunakan belajar mandiri dengan penempuhan SKK, dan tentu saja berdasarkan kurikulum 2013.

Sebelum kurikulum 2013 bagi pendidikan kesetaraan selesai perangkatnya, saat ini masih menggunakan kurikulum lama berdasarkan Permendiknas nomor 14 Tahun 2007. Kita tunggu saja. [fauziep]